Dalam dunia pertambangan, posisi Pengawas Operasional Madya (POM) memiliki peran yang sangat vital. Pengawas tambang bukan hanya bertugas mengawasi aktivitas lapangan, tapi juga memastikan setiap kegiatan berjalan aman, efisien, dan sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik (Good Mining Practice).
Tugas pengawas mencakup:
· Pengawasan kegiatan operasional sesuai rencana teknis tambang,
· Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
· Serta memastikan kegiatan tambang ramah lingkungan.
Karena tanggung jawabnya besar, setiap pengawas tambang wajib memiliki sertifikat kompetensi resmi, yaitu sertifikasi POM.
Apa Itu Sertifikasi POM?
Sertifikasi POM (Pengawas Operasional Madya) adalah sertifikat kompetensi resmi yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) terakreditasi BNSP.
Sertifikasi ini merupakan syarat wajib bagi setiap pengawas tambang yang bertanggung jawab di area operasional.
Landasan hukumnya antara lain:
· Permen ESDM No. 43 Tahun 2016 tentang Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik,
· Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan.
Dengan sertifikat POM, seorang pengawas dianggap kompeten secara hukum dan teknis untuk memimpin kegiatan operasional tambang.
Mengapa Sertifikasi POM Wajib?
1. Kewajiban Regulasi
Sertifikasi POM merupakan syarat legal yang wajib dipenuhi perusahaan pertambangan.
Tanpa pengawas bersertifikat, perusahaan bisa dikenai sanksi administratif hingga penghentian kegiatan tambang.
Regulasi ESDM menegaskan bahwa seluruh pengawas tambang wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai jenjangnya — mulai dari POP, POM, hingga POU.
2. Menjamin Keselamatan dan Kepatuhan (K3 Tambang)
Pelatihan dan sertifikasi POM memberikan pemahaman mendalam tentang:
· Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko,
· Prosedur darurat tambang,
· Implementasi sistem manajemen keselamatan pertambangan.
Dengan bekal ini, seorang pengawas mampu menjaga keselamatan pekerja dan mencegah insiden fatal di area tambang.
3. Bukti Kompetensi Profesional
Sertifikat POM adalah bukti bahwa Anda:
· Memahami prinsip operasional tambang,
· Mampu mengambil keputusan teknis di lapangan, dan
· Siap memimpin tim secara profesional.
Perusahaan tambang besar hanya mempercayakan posisi pengawas kepada personel yang telah memiliki sertifikat POM aktif.
4. Meningkatkan Kredibilitas di Dunia Tambang
Selain sebagai syarat legal, sertifikasi juga menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan profesionalisme.
Seorang POM bersertifikat memiliki kredibilitas lebih tinggi, terutama dalam audit ESDM, inspeksi teknis, atau tender proyek pertambangan.
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi POM?
Untuk mendapatkan sertifikat POM, peserta harus mengikuti:
1. Pelatihan teori dan praktik pengawasan tambang, termasuk manajemen risiko, K3, dan pengelolaan lingkungan.
2. Uji kompetensi oleh asesor bersertifikat BNSP.
3. Penerbitan sertifikat kompetensi oleh lembaga resmi yang diakui ESDM.
Durasi pelatihan biasanya 4–5 hari, dengan kombinasi pembelajaran daring, kelas tatap muka, dan uji portofolio.
Kesimpulan
Sertifikasi POM bukan hanya kewajiban, tapi juga investasi karier bagi pengawas tambang.
Dengan sertifikat ini, Anda membuktikan diri sebagai profesional kompeten yang memahami teknis, keselamatan, dan regulasi pertambangan.
Selain memperkuat posisi Anda di dunia kerja, sertifikasi juga mendukung penerapan Good Mining Practice yang berkelanjutan.
Ingin mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi Pengawas Operasional Madya (POM)?
Kami, PT Vandertech Indo Training menyediakan program pelatihan POM resmi bersertifikat BNSP dengan instruktur berpengalaman dari industri pertambangan. Hubungi kami sekarang untuk jadwal terbaru dan daftar peserta! Dapatkan sertifikat resmi dan tingkatkan karier Anda sebagai pengawas tambang profesional!
Test User
Penulis
test@example.com